Latar Belakang Lahirnya Pergerakan Nasional

Adanya sistem pemerintah kolonial yang telah menimbulkan berbagai macam permasalahan menyebabkan lahirnya pergerakan nasional Indonesia. Permasalahan-permasalahan itu diantaranya seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

1. Bidang Politik
Kekuasaan para penguasa pribumi tergeser dengan kuatnya kekuasaan pemerintah kolonial dalam masyarakat Indonesia. Penguasa pribumi hanya sebagai alat pembantu pemerintah kolonial di Indonesia yang sesuai dengan keinginan Belanda. Segala kegiatan mereka diawasi secara ketat. Apabila terjadi penyimpangan dapat dipecat, sehingga rakyat menganggap mereka sebagai bagian daro pemerintah kolonial. Oleh karena itu rakyat pada waktu itu tidak memiliki tempat untuk mengadukan nasib dan melindungi kepentingan mereka.

2. Kondisi Ekonomi
Sistem ekonomi pada waktu itu menganut sistem ekonomi liberal yang banyak menyebabkan masyarakat mengalami kemerosotan. Industri kecil banyak yang bangkrut karena tidak mampu lagi bersaing dengan industri modern Belanda, sehingga banyak yang menjadi buruh pabrik atau di perkebunan dengan upah yang sangat rendah.

3. Kondisi Pendidikan
Sistem pendidikan di Indonesia baru mengalami perkembangan setelah adanya politik etis atau politik balas budi yang dikemukakan oleh Van Deventer.
Sejak saat itu, pemerintah kolonial memprogramkan penyebarluasan pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah. Untuk anak-anak pribumi putera kalangan bawah, didirikan sekolah dasar putra kelas dua (de tweede klasse). Untuk anak bumi putra kelas menengah, didirikan sekolah dasar bumi putra kelas satu selama 6 tahun, sedangkan untuk anak Eropa didirikan sekolah khusus ELS (Europa Lagere School).
Untuk lapisan sangat bawah, pemerintah kolonial mendirikan sekolah rakyat (volkschool) yang kemudian dapat dilanjutkan kesekolah menengah (vervokschool), sedangkan untuk lapisan menengah didirikan HIS (Holland Inslanshe School), kemudian dapat melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreit Logere Onderwijs) atau dapat melanjutkan kesekolah menengah kejuruan seperti sekolah guru (kweeksool) dan sekolah calon pegawai (Opleidingschool Voor Inlandsche Ambtenaren), sedangkan yang igin melanjutkan ke pendidikan tinggi harus ke Eropa.
Para pelajar pribumi yang bersekolah di Eropa dapat mengetahui perkembangan yang terjadi dengan membandingkan kondisi di Barat dengan di Indonesia, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran mencapai kemajuan sebagai syarat menuju kemerdekaan yang bebas dari penjajahan dan penindasan kolonial. Dan sebagian dari mereka berpartisipasi aktif dalam pergerakan nasional, bahkan menjadi contoh utama dalam berbagai organisasi

4. Kondisi Sosial
Pemerintahkolonial membentuk kelas sosial yang didasarkan pada diskriminasi ras atau warna kulit, sehingga status bangsa Indonesia lebih rendah dari bangsa Timur Asing (Cina, Arab, dan India). Dikalangan militer, pegawai pemerintah, dan sekolah dibedakan bahkan fasilitas-fasilitas umum juga dibedakan

Jadi kesimpulannya yang mendorong lahirnya kebangkitan nasional adalah sebagai berikut:
Faktor dari dalam negeri:
1. adanya politik Etis;
2. munculnya kaum terpelajar;
3. penderitaan dan kesengsaraan rakyat;
4. kenangan kejayaan masa lampau.
Faktor dari luar negeri:
1. perang Jepang-Rusia tahun 1904-1905, kemenangan di pihak Jepang.
2. pengaruh hak menentukan nasib sendiri sesuai yang dianjurkan oleh Presiden Amerika Wilson.
3. pengaruh nasionalisme bangsa lain.



sumber : Modul Ilmu Pengetahuan Sosial (Penerbit HTS)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar